Bertrand Valentino (Getun/Regret) | Jonggi Mk (Kisah sekolah dalam tiga babak / The story of the school in three acts)

Bertrand Valentino (Getun / Regret)

Getun / Regret mengikuti kisah seorang siswa sekolah menengah yang terjebak dalam halusinasi dan penyesalan setelah satu hari membolos pelajaran.

Getun
ditulis dan disutradarai oleh Bertrand Valentino (atas, kiri) yang berusia 18 tahun, dan merupakan salah satu dari dua film yang memenangkan Penghargaan Sutradara Muda Terbaik di festival film pendek ReelOzInd! tahun ini. Bertrand adalah siswa di SMK N 1 Klaten dan sutradara veteran film termasuk Tirtha, Revolusi Tani dan Megat-ruh.

Apakah Anda tahu banyak tentang Indonesia / Australia sebelum memutuskan untuk mengikuti festival film pendek?

Sebelumnya saya tidak tahu banyak tentang hal tersebut, saya mengetahui hak tersebut setelah saya diberitahu oleh beberapa teman saya yang sebelumnya pernah mengikuti festival film ini.

 

Apa yang Anda pelajari dari film Anda dalam kaitannya dengan pengembangan profesional Anda sendiri?

Saya mendapat banyak pengalaman, dari pengalaman tersebut menjadi koreksi untuk diri saya supaya menjadi lebih baik lagi.

Bagaimana pandemi berdampak pada pekerjaan kreatif Anda?

Pandemi ini sangat berdampak pada pekerjaan kreatif saya, namun tidak semuanya negatif, justru pandemi ini mendorong saya dan teman-teman untuk berfikir lebih kreatif dengan segala keterbatasan yang ada.

Festival Reel, Sesi Tanya Jawab dengan sutradara pemenang [penghargaan] dan tim juri Cika Prihadi & Ruby Challenger, dan sebanyak 24 film terpilih dapat disaksikan secara online sampai 1 Desember. Penonton dapat menunjukkan dukungannya kepada para seniman berbakat kami dengan memilih film favorit mereka satu kali per hari.

Jonggi Mk (Kisah sekolah dalam tiga babak / The story of the school in three acts)

Kisah sekolah dalam tiga babak / The story of the school in three acts menggunakan pertunjukan tari untuk menceritakan bagaimana perasaan seorang siswa Indonesia pada umumnya tentang sekolah.

Film pendek ini ditulis dan diproduksi oleh Jonggi Mk (kanan, atas) yang berusia 18 tahun, salah satu pemenang Penghargaan Pembuat Film Muda Terbaik kami pada tahun 2020. Jonggi tidaklah asing bagi ReelOzInd!, dengan film pendeknya Divergensi memperoleh special mention di festival 2019 kami disamping People’s Choice Award.

Apakah Anda tahu banyak tentang Indonesia / Australia sebelum memutuskan untuk mengikuti festival film pendek?

Saya tahu, tapi hal-hal seperti itu tidak berpengaruh bagi saya yang ingin mengikuti perlombaan reelozind ini, karna menurut saya itu bukan hambatan untuk berkarya dan menyuarakan suara di dalam film yang kami buat tentu nya lewat festival film reelozind ini.

Apa yang Anda pelajari dari film Anda dalam kaitannya dengan pengembangan profesional Anda sendiri?

Saya belajar banyak dari film sejauh ini, film adalah metode pembelajaran yang sangat unik untuk tahu tentang hal apapun. Terutama untuk self improvement.

 

Bagaimana pandemi berdampak pada pekerjaan kreatif Anda? 

Menurut saya pandemi bukan hambatan bagi kami, justru pandemi adalah hal yang baru dan menarik untuk menjadi pembahasan dan konten, karena orang kreatif harus terus meng improvisasi ide nya dengan keadaan apapun.

Festival Reel, Sesi Tanya Jawab dengan sutradara pemenang [penghargaan] dan tim juri Cika Prihadi & Ruby Challenger, dan sebanyak 24 film terpilih dapat disaksikan secara online sampai 1 Desember. Penonton dapat menunjukkan dukungannya kepada para seniman berbakat kami dengan memilih film favorit mereka satu kali per hari.