Ucita Pohan adalah seorang penyiar radio untuk Cosmopolitan FM, MC, penulis, dan pembawa acara podcast ListenUp, dan sekarang, seorang juri ReelOzInd! 2020.

Salah satu influencer sosial Indonesia yang paling banyak diikuti, Ucita adalah lulusan ilmu komunikasi dan seorang blogger pemula.

Dalam membuat film dan kesenian lainnya selama pandemi, Ucita yakin bahwa berbagai tantangan dan tekanan “dapat dijadikan kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru dalam menciptakan bentuk seni baru”. Ia, sama dengan kita, tertarik untuk melihat film-film yang masuk tahun ini.

Kami dengan senang hati menyambut Ucita ke dalam panel juri ReelOzInd! 2020 dan mengajak Anda untuk membaca tanya jawab di bawah ini untuk mengenalnya lebih dekat.

Q&A dengan Juri ReelOzInd! 2020 Ucita Pohan

Bagaimana Anda melihat peran mendongeng dalam hubungan Australia-Indonesia?

Saya pikir mendongeng memegang peran besar dalam menciptakan segala jenis hubungan. Kesan pertama seseorang tentang sesuatu kadang-kadang tidak hanya dari apa yang mereka lihat. Ini juga tentang bagaimana mereka memasukkan makna ke dalamnya. Ini memungkinkan kita untuk menghasilkan perspektif tentang sesuatu bahkan sebelum kita memiliki kesempatan untuk melihat atau mengalaminya secara langsung.

Apa Anda ingat film pendek pertama yang membuat Anda terkesan?

Saya telah menjadi penggemar animasi sejak saya masih kecil, jadi saya pikir jawabannya adalah salah satu film pendek Pixar. Bagi saya, beberapa film pendek mereka yang paling berkesan adalah Lava dan Bao. Mereka bukan hanya [film] animasi yang menggemaskan, tetapi juga disajikan dengan gaya musik dan alur cerita yang menarik.

Apa hal pertama yang pernah Anda pelajari dari Australia?

Menurut saya, Australia adalah negara dengan banyak perbedaan dibandingkan tempat saya tinggal, Indonesia. Saat masih kecil, Saya selalu ingin bepergian ke Australia dan mengunjungi berbagai taman hiburannya. Saat sudah dewasa dan setelah beberapa perjalanan ke Australia, saya mengetahui bahwa negara tersebut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap seni dan ketika saya mengamati lebih banyak, mereka juga menganggap serius seni modern. Ini telah menjadi wadah bagi seniman dari begitu banyak komunitas; tempat dan rumah bagi kegiatan seni modern, yang memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan pesat.

Apa yang menjadi interaksi terdekat Anda dengan Australia?

Saya sudah sering berinteraksi dengan Australia. Saya ingat bahwa perjalanan pertama saya adalah untuk menonton konser dan mengunjungi seorang teman. Yang kedua adalah menghadiri pernikahan sahabat saya dengan seorang warga negara Australia, melihat sepupu saya yang belajar di sana, dan menyaksikan kembang api tahun baru di Sydney. Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya, Saya menggunakan perjalanan untuk mengunjungi Canberra dan Melbourne bersama dengan rekan-rekan saya dan menjelajahi semua bentuk seni yang tumbuh di sana. Saya benar-benar menikmati segalanya.

Apa yang berubah mengenai dunia seni dengan adanya pandemi? Apakah sudah menggeser rencana/prioritas Anda?

Pandemi adalah situasi yang mengejutkan dan tidak menyenangkan bagi kita semua. Jelas ada banyak rencana untuk diubah, ditahan, ditata ulang, atau diberhentikan. Namun dari perspektif seni, saya percaya waktu penuh tantangan dan tekanan ini, entah bagaimana, dapat digunakan sebagai peluang untuk memunculkan ide-ide baru dalam menciptakan bentuk seni baru. Seperti yang telah kita pelajari dari masa lalu, banyak [karya] seni tercipta dari keresahan yang ingin diekspresikan.

Foto di atas: Mommies Daily. Foto di bawa: Beyond Showcase.