Unduh rilis pers ini sebagai PDF

MELBOURNE, 1 Oktober 2019 ⁠— Kami dengan sangat senang mengumumkan bahwa yang terhormat Linda Dessau AC, Gubernur Victoria, akan membuka pemutaran perdana ReelOzInd! di Bandung pada 6 Oktober 2019.

Gubernur akan bergabung dengan lebih dari 130 peserta acara, menyaksikan film-film pendek terpilih yang diseleksi oleh juri-juri kami, termasuk Najwa Shihab dan Andrew Mason. Pemutaran akan menampilkan sebelas film pendek, termasuk film dokumenter, fiksi dan animasi, sebelum sesi tanya jawab khusus dengan beberapa pemenang.

“Merupakan sebuah kehormatan, Gubernur dapat menghadiri dan membuka pemutaran perdana kami di Bandung,” ungkap direktur festival, Jemma Purdey. “Ini adalah tahun keempat berlangsungnya festival dan benar-benar bergerak semakin kuat sebagai pertukaran budaya tahunan antara Australia dan Indonesia; kami menerima lebih dari dua ratus film yang masuk dari banyak sutradara berbakat dan film terpilih menunjukan bakat yang luar biasa dari kedua negara.”

Diadakan di Institut Teknologi Bandung dan bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, pemutaran perdana di Bandung bersamaan dengan pemutaran di Melbourne yang diadakan di Treasury Theatre. Diantara yang hadir di Melbourne adalah Konsulat Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania, Ibu Spica Tutuhatunewa. Tiket gratis untuk pemutaran perdana di Melbourne masih tersedia.

 

Informasi Media

Jemma Purdey
Direktor Festival ReelOzInd!
jemma.purdey@ausindcentre.org

Tentang ReelOzInd!

Festival Film Pendek Australia Indonesia, ReelOzInd!, mempertemukan para pembuat film yang luar biasa dari kedua negara untuk berbagi cerita dalam acara yang unik dan menarik. Di tahun keempat, temanya adalah Berubah/Change. Festival keliling akan dimulai di Australia di Treasury Theatre dan di Bandung di Institut Teknologi Bandung.

Tentang Yang Terhormat Linda Dessau AC, Gubernur Victoria

Linda Marion Dessau AC adalah ahli hukum Australia, pengacara, dan Gubernur Victoria ke-29 yang menjabat sejak 1 Juli 2015. Dia adalah wanita dan Yahudi pertama yang menduduki posisi tersebut. Dia adalah hakim pengadilan keluarga Australia dari 1995 sampai 2013.

Tentang Australia-Indonesia Centre

The Australia-Indonesia Centre adalah konsorsium dari 11 universitas terkemuka dalam bidang riset di kedua negara. Misinya adalah untuk memajukan hubungan antar individu dalam sains, teknologi, pendidikan dan inovasi.

 

Kunjungi reelozind.com untuk informasi mengenai pemutaran perdana, bioskop keliling dan festival-festival sebelumnya.